Desa Pujon Kidul Bisa Dijadikan “Patro Client” Untuk Desa Di Pulau Sumbawa NTB

(Anas Patikalo)

Ikatan Mahasiswa Madapangga Malang (IKAMADAMA), dalam kegiatan “Traveling IKAMADAMA”, telah melakukan observasi dan peninjauan langsung terhadap salah satu desa wisata mandiri kreatif yang berdomisili di wilayah Kabupaten Malang.

Desa Pujon Kidul namanya, yang berada lumayan cukup jauh dari pusat Kota Malang. Dalam pengamatan Kami, desa ini merupakan salah satu desa yang sangat unik dengan pemandangannya yang indah, karena terletak di wilayah perbukitan yang di tata sedemikian rupa, dengan memanfaatkan lahan-lahan produktif milik warga, untuk di tanami berbagai jenis tanaman hultikultura seperti aneka buah dan sayuran seperti (strowbery, tomat, broccoli, cabe, dan sejenisnya)

Sejatinya eksistensi desa hanya sekedar untuk memberikan program dan menunjang anggaran untuk masyarakat dalam kaitannya menanggulangi problem angka pengangguran yang kian akut di Negeri ini.
Dalam proses pengelolaan hasil potensi desa seperti, perkebunan, dan pertaniannya.Pemerintah bersama-sama dengan masyarakat saling bergandengan tangan dan saling menyokong satu sama lain, memberikan edukasi terhadap kita bahwasannya kita yang memiliki wilayah iklim agraris yang baik memungkinkan untuk bisa mengambil pelajaran yang berharga untuk menggali potensi wilayah masing-masing khususnya di wilayah kecamatan Madapangga kabupaten Bima dan wilayah lainya yang ada di Pulau sumbawa yang masih minim kreatifitas dalam mengembangkan Potensi Desa.

Desa Pujon Kidul Merupakan Kawasan Wisata Mandiri Kreatif di Wilayah Kabupaten Malang. 

Paling pokok menurut kami, harus dimulai dengan kesadaran dari pemerintah Desa, dalam melihat potensi desa, Kepala Desa bersama dengan jajarannya harus melakukan peninjauan dan evaluasibesar-besaran dari berbagai segi manapun sehingga bisa menemukan potensi-potensi yang bisa di kembangkan, tentu saja pengelolaan itu melalui anggaran dana desa sebagaimana amanat undang-undang desa yakni Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

Berbagai langkah bisa kita tempuh, kita bisa mengambil satu atau dua desa yang dijadikan sampel misalnya di kabupaten Bima kecamatan Madapangga desa woro dengan lahan pertanian yang luas dan air yang berlimpah rua dengan memanfaatkan bendungan woro dan desa bolo sebagai ikon wisata dengan memperhatikan kawasan lintas propinsi. Sehingga memungkinkan masyarakat luas bisa melihat pesona alam wisata baik itu alamiah maupun buatan lagi-lagi tergantung pada kedalaman analisis potensi desa.

Untuk membangun desa wisata tidak hanya sebatas pada pemaksimalan potensi alam, bisa juga pemaksimalan berbagai kekayaan budaya sehingga menjadi wisata budaya hal ini sangat berpotensi sekali di Desa-Desa Pulau Sumbawa.

Wisata Desa Pujon Kidul kebupaten malang hanya sebagai referensi pengelolaan saja sebagai basis analisis awal bagi Ikatan Mahasiswa Madapangga Malang (IKAMADAMA) dalam melakukan peninjauan keluar yakni dengan tujuan agar supaya desa kita yang berada di wilayah di Pulau Sumbawa terutama Kabupaten Bima dan Dompu minimal punya referensi dalam hal membangun aspek ekonomi sosial sehingga bisa meminimalisir adanya pengangguran dan mengelola anggaran sesuai dengan unsur pemanfaatan masyarakat.

Tujuan pembangunan suatu desa memang tidak terlepas dari campur tangan dari unsur pemerintah yang punya inisiatif baik dan punya gagasan cerdas dalam hal pengembangan potensi daerah, mulai dari pemerintah Pusat, Daerah, sampai kepada Pemerintah Desa, namun jauh panggang dari api, melihat realitas yang terjadi kalo kita lihat salah satu di wilayah Pulau sumbawa di kabupaten Bima Kec. Madapangga.

Tidaklah sesuai dengan keinginan sekelompok kami sebagai mahasiswa, kami menilai, kurangnya keharmonisan antara masyarakat dengan pemerintah desa adalah penghambat pembangunan Desa, terutama untuk menjadikan desa sebagai desa wisata kreatif mandiri seperti Pujon Kidul.

Keinginan memajukan desa harus ditunjangi dengan adanya dukungan dan kesadaran masyarakat setempat untuk menjemput program pemerintah dalam tahap demi tahap untuk pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

Dari hasil pengamatan Tim Observasi IKAMADAMA dengan adanya Wisata Pujon Kidul sangat membantu perekonomian masyarakat bagaimana tidak, seluruh pekerja mulai dari pengelola sampai dengan tukang parkir semuanya dari masyarakat desa dengan gaji rata-rata Rp 60.000,-per hari sehingga mengurangi angka pengangguran.

Kemudian dari segi pengelolaan lahan disamping hasil pertanian dan perkebunan lahan di gunakan untuk ikon foto-foto serta peternakan masyarakat dapat menfaatkan pengelolaan peternakan sapi khususnya pengelolaan susu sapi yang akan di distribusikan di berbagai warung kopi di sekitar wisata dalam kawasan desa pujon kidul.Tentu, sebagai orang baru sangat takjub dengan kawasan ini, bagaimana tidak desa dengan skala pemeritahan yang kecil dapat mengelola perekomian dengan baik dengan sumber kebutuhan masyarakat bisa tercukupi melalui pengelolaan dari masyarakat sendiri tanpa harus import dari luar.

Hal yang luar biasa lagi adalah desa pujon kidul menjadi salah satu desa yang dijadikan contoh desa mandiri sebagaimana tujuan dari lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Undang-Undang tersebut bertujuan agar desa sebagai struktur pemerintah paling kecil dengan jumlah desa sekitar 74.754 dapat menopang perekonomian nasional dari bawah (grassroot) melalui desa mandiri sehingga angka kemiskinan dan pengangguran serta kesenjangan dapat teratasi mulai dari bawah dari tujuan itulah pemerintah mengalokasikan anggaran dana Desa Mulai dari Rp 1 Milyar sampai dengan 1,4 Milyar pertahun.

Penulis Merupakan Mahasiswa Malang Asal Kabupaten Bima (Anas Patikalo dan Daus)

Malang Selatan, Daerah Favorit Setelah Pujon Kidul

Pada kesempatan kedua saya kali ini mengunjungi wilayah malang, Jawa Timur kali ini saya berkesempatan mengunjungi wilayah terluar Kabupaten Malang. Sebagai orang yang berasal dari daerah timur pulau Sumbawa tepatnya di Kabupaten Bima, saya merasa sangat terpesona melihat keindahan alam yang disuguhkan di sepanjang jalan yang menuju daerah malang selatan, di sepanjang jalan saya melihat keuletan dan ketekunan orang jawa dalam bertani dan berkebun. lahan-lahan milik warga di penuhi hijau dan rindangnya pepohonan yang sangat memberi udara sejuk, barangkali saja menurutku tumbuhan-tumbuhan yang hidup di sini seakan berfotosintesis secara sempurna sehingga Oksigen yang saya hirup bisa melegakan organ tubuh, klorofilnyapun membuat mata saya berdiafragma secara sempurna, selain itu juga terlihat warga yang sangat bersemangat mengayun pedal sepeda untuk pergi ke areal kebun dan sawahnya, kemudian ada juga yang mengangkut hasil panennya dengan sepeda motor dan mobil pick-Upnya membuat saya berdecak kagum.

Daerah malang selatan yang memiliki kontur tanah sangat indah dan terletak di dataran tinggi memungkinkan warga untuk menanam tanaman yang menyimpan banyak kandungan air seperti, pisang, tebu, padi, pohon pinus dan sejenisnya. selain untuk menjaga dan merawat kelestarian alam, mereka juga bisa menuai hasil tanaman dari komoditas unggulannya yaitu tebu dan pisang. Hasil tebu warga akan di salurkan ke pabrik gula yang ada di wilayah kota Malang, kemudian pisang akan di salurkan ke seluruh wilayah jawa timur malng dan kota malang, sehingga pemasukan warga sama sekali tidak ditentukan oleh musim, musim kemarau ataupun hujan tidak ada bedanya, mereka tetap terus menerus menghasilkan uang dari hasil kebun dan sawah. Tidak ada istilah kekeringan disini, karena mereka sudah memikirkan matang-matang untuk memilih tanaman yang cocok untuk iklim wilayah mereka. Perencanaan dan tata kelola yang baik adalah merupakan salah satu kunci keberhasilan mereka, dibarengi juga dengan aturan dan analisis dampak lingkungan yang akurat serta pembacaan seluruh dampak jangka panjangnya.

sejam kemudian setelah menempuh perjalanan yang di manjakan dengan daerah persawahan dan perkebunan warga, barulah kemudian kita disuguhkan dengan zona pantai yang sangat indah- indah. di sepanjang pantai selatan para pihak pengelola swasta maupun milik dinas terkait masing masing-masing punya aset untuk sepanjang garis pantai. para wisatawan yang hadir lokal maupun luar daerah tinggal memilih tempat favoritnya masing masing dan tiap-tiap tempat punya daya tarik tersendiri. sungguh sangat menakjubkan bagi saya, pertama saya melihat, saya merasa takjub dengan keindahan pantainya, gelombang air lautnya yang tinggi dan gunung tengah laut hasil kikisan ombak yang menerjang keras tiap detiknya, seakan saya melihat Tuhan sedang melukis karya yang maha dahsyat untuk manusia. Sejatinya alam, tuhan dan manusia menyatu dalam satu kesatuan utuh. Seluruh isi bumi Tuhan ciptakan untuk manusia, manusia di berikan akal untuk berpikir untuk menjadi khalifah (pemimpin di muka bumi). Menjaga dan merawat alam adalah tugas kita sebagai manusia. Terjadinya bencana alam, letusan gunung, banjir dan lain-lain itu adalah sebagian dari akibat ulah manusia yang serakah dan egois mengabaikan alam tak terawat.

*Patikalo, Malang Selatan

IDP Gagal Memimpin Bima, Poinnya,Ganti..!!!

Blog Patikalo

Oleh: La Sarinci Onu Oha.

La Sarinci Onu Oha

“Cukup satu kali jangan dua kali” H. Rhoma Irama. Inilah muqaddimah dari Atensi saya sebagai pribadi yang peduli akan pemimpin Bima berikutnya.

Kegagalan IDP menahkodai Bima bukan hanya dalam Sebuah kocar-kacir politik, narasi-narasi dalam menjatuhkan IDP, tetapi memang ini adalah realitas yang ada lapangan. Bagaimana Anjoklnya harga Bawang, harga Garam dan tidak adanya perhatian akan infrastruktur diseluruh Kecamatan yang ada di Kab. Bima.

Yang kedua, Sebuah analisa yang “La Mada” disodorkan melihat untuk kesempatan ini yang diambil dari maraknya hujatan, Kritikan dan Rajaman di media sosial menjadi tolak ukur kita berhak mengklaim bahwa IDP gagal dan poin dari kritikan warganet itu; secara Abilitas (kemampuan) dan kapabilitas (kesanggupan) IDP dalam menahkodai Bima.

Secara Kemampuan bahwa IDP tidak mampu menahkodai Bima. “La Mada” menilai bahwa IDP kurang lihai dan miskin Ide dalam mendongkrak kemajuan Bima, entah itu karena keterbatasan Konsep Memimpin atau mungkin…

Lihat pos aslinya 106 kata lagi

IDP Gagal Memimpin Bima, Poinnya,Ganti..!!!

Oleh: La Sarinci Onu Oha.

La Sarinci Onu Oha

“Cukup satu kali jangan dua kali” H. Rhoma Irama. Inilah muqaddimah dari Atensi saya sebagai pribadi yang peduli akan pemimpin Bima berikutnya.

Kegagalan IDP menahkodai Bima bukan hanya dalam Sebuah kocar-kacir politik, narasi-narasi dalam menjatuhkan IDP, tetapi memang ini adalah realitas yang ada lapangan. Bagaimana Anjoklnya harga Bawang, harga Garam dan tidak adanya perhatian akan infrastruktur diseluruh Kecamatan yang ada di Kab. Bima.

Yang kedua, Sebuah analisa yang “La Mada” disodorkan melihat untuk kesempatan ini yang diambil dari maraknya hujatan, Kritikan dan Rajaman di media sosial menjadi tolak ukur kita berhak mengklaim bahwa IDP gagal dan poin dari kritikan warganet itu; secara Abilitas (kemampuan) dan kapabilitas (kesanggupan) IDP dalam menahkodai Bima.

Secara Kemampuan bahwa IDP tidak mampu menahkodai Bima. “La Mada” menilai bahwa IDP kurang lihai dan miskin Ide dalam mendongkrak kemajuan Bima, entah itu karena keterbatasan Konsep Memimpin atau mungkin karena IDP terlalu fanatik untuk melanggengkan Istana.

Sedangkan secara Kapabilitas (Kesanggupan)
Bima adalah Daerah yang menghimpun 18 Kecamatan yang mulai dari Kec. Sanggar sampai dengan Kec. Sape. Bagi LA MADA level perempuan untuk memimpin wilayah ini bagi saya tidak sanggup. Dan itu terbukti pada periode pertama.

Oleh karena ketidaksanggupan ini, layaknya menjadi atensi kita bersama untuk tidak memberikan kesempatan kedua terhadap IDP.

Terakhir saya ingin mengatakan, bahwa Wacana Bima Ramah dan berteman tak sanggup direalisasikan oleh Ibu dua orang anak itu (IDP). Logisnya, kalaupun IDP berhasil, maka tidak akan menuai kritikan, hujatan dan Rajaman. Itu poinnya.

*La Sarinci Onu Oha, (Tolak 2 Periode)

Organisasi Mahasiswa Daerah, Buat Apa?

Si kecil

Jika seorang mahasiswa dipilih acak dan diminta menyebutkan beberapa nama organisasi di kampusnya, kecil kemungkinan organisasi atau himpunan mahasiswa daerah akan disebutkan di awal-awal, bahkan organisasi semacam itu mungkin saja tidak disebutkan sama sekali. Organisasi mahasiswa daerah adalah organisasi yang beranggotakan sekumpulan mahasiswa yang berasal dari daerah yang sama dan memiliki tujuan yang sama. Ironisnya, saat ini organisasi jenis ini cenderung kurang diminati karena dianggap kurang menunjang masa depan dibandingkan organisasi intrakampus.

Masalah bertambah besar karena di beberapa organisasi memiliki arahan kerja yang kurang jelas, fungsi yang kurang optimal, anggota kurang terikat, minim dukungan dari kampus, hingga rawan dipolitisasi untuk pemmilihan daerah. Padahal, organisasi mahasiswa daerah sangat dibutuhkan mengingat fungsinya sebagai wadah pemersatu sesama mahasiswa perantau, yang membutuhkan keluarga yang mampu menjaga dan membantunya selama di perantauan. Eksistensinya sampai saat ini memang masih ada, terbukti dengan mudahnya organisasi ini ditemukan di kampus-kampus.

“Padahal, organisasi mahasiswa daerah sangat dibutuhkan mengingat fungsinya sebagai wadah pemersatu sesama mahasiswa perantau.”

Lebih jauh, organisasi mahasiswa daerah diharapkan menjadi sarana kontribusi para anak rantau untuk daerahnya, tentu dengan fokus pada pembangunan daerah. Organisasi ini juga berfungsi untuk menjaga nilai-nilai budaya daerah agar tidak luntur di tengah arus modernisasi dan heterogenitas budaya yang ada di kampus. Selain itu, ia juga berperan dalam menjaga semangat dan cita-cita untuk kembali membangun daerah setelah selesai kuliah agar tetap terjaga pada diri masing-masing anggota.

Organisasi mahasiswa daerah sebaiknya bukan hanya sebagai tempat kumpul-kumpul anak rantau yang mencari hiburan karena banyak kesibukan di kampusnya, tetapi juga menjadi pemberi manfaat bagi daerah yang ditempati, juga daerah darimana mereka berasal, karena sebenarnya mereka adalah duta dari daerahnya masing-masing yang harus menjaga nama baik daerah dan putra-putri daerah yang diharapkan akan kembali membangun daerahnya selepas menuntut ilmu di tanah rantau. Beberapa organisasi mahasiswa daerah sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah sehingga saling memberi manfaat di antara kedua belah pihak, mulai dari penyediaan beasiswa hingga pembiayaan kegiatan. Terhadap pemerintah daerah, organisasi mahasiswa daerah dapat mempromosikan budaya, pariwisata, hingga potensi daerahnya ke universitas dan masyarakat luas.

“Terhadap pemerintah daerah, organisasi mahasiswa daerah dapat mempromosikan budaya, pariwisata, hingga potensi daerahnya ke universitas dan masyarakat luas.”

Banyak kasus mahasiswa baru yang terjerat ke miras dan narkoba karena salah memilih teman dan tidak ada yang mengingatkan kesalahan tersebut. Disinilah peran organisasi mahasiswa daerah untuk terus menjaga anggotanya, sehingga rasa kekeluargaan yang sudah dipererat oleh faktor kedaerahan semakin meningkat. Jika sudah akrab, berkontribusi akan lebih mudah, contohnya seperti proyek sosial di kampung halaman, sosialisasi universitas di daerah asal, hingga advokasi isu-isu tertentu. Jika selama ini kita masih menganggap organisasi ini sebatas ‘tempat kumpul-kumpul’, mungkin kita harus tengok kampung sebentar. Tentu saja, banyak sekali hal yang bisa dilakukan bersama-sama untuk kampung halaman oleh putra-putri daerahnya yang sedang menuntut ilmu di tanah seberang.

Bukit TEROPONG

(Ikamadama, Malang)

Kesadaran Politik Masyarakat Desa

Muhammad Husni

Manusia sebagai mahluk sosial (zoon politicon) salah satu pendapat yang di gagas oleh seorang filsuf besar Aristoteles, menurutnya eksistensi manusia  akan terus bergantungan pada manusia lain, karna manusia tidak mampu berkembang dengan sendirinya tanpa bantuan orang lain. sehingga hidup berkelompok bagian dari fitrah manusia untuk mengembangkan diri, dengan perkembangannya pengetahuan yang dimiliki manusia, sehingga manusia berinisiasi membentuk kehidupan yang komunal (kelompok) yang di dalamnya ada aturan yang mereka sepakati agar ada yang mengatur, mengikat dan melindungi hak dan kewajiban mereka. Kehadiran negara sampai pada kelompok paling kecil “Desa”, keberlanjutan dari perkembangan pemikiran manusia agar kehidupan mereka lebih terorganisir lagi karna banyak tipelogi masyarakat dan hasrat manusia ingin menguasai, negara sampai organisasi terkecil yaitu Desa harus bisa memberikan jaminan, mengatur dan melindungi hak – hak orang terikat oleh sistem itu. Untuk mengatur hak-hak yang di miliki masyarakat banyak di perlukan seorang pemimpin sebagai representasi dari masyarakat tadi yang bisa mengatur dan melindungi kehidupan masyarakat.

Dalam kehidupan bernegara tidak sedikit sistem politik yang digunakan oleh setiap negara guna mencapai tujuan negara, federal, aristokrasi dan demokrasi misalnya dari setiap sistem memiliki karakter tersendiri. Indonesia sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, Demokrasi ialah sistem yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, kehidupan negara harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Eksistensi  pemerintah sebagai representasi dari rakyat harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan melindungi hak-hak masyarakat.

Indonesia Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi pesta demokrasi menjadi momentum istimewa bagi masyarakat, pemilihan kepala negara, kepala daerah sampai kepada desa dengan harapan bisa menyelesaikan ketimpangan, konflik sosial dan merubah tatanan sosial. Eksistensi pemerintah sebagai representasi dari masyarakat yang berasal dari rakyat oleh rakyat maka program pemerintahan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pilkades sebagai instrumen yang dijamin oleh konstitusi untuk mengimplementasikan kedaulatan yang diberikan oleh konstitusi untuk memilih pemerintah yang baik dapat membawa desa yang maju, desa yang mandiri sesuai visi Negara.

Masyarakat sebagai  salah  satu elemen yang terlibat aktif dan berperan penting dalam pilkades diperlukan kesadaran penuh yang tertanam dalam diri masyarakat sehingga menjadikan pikades yang edukatif  pada kehidupan sosial, masyarakat berpartisipasi pada Pilkades tapi berberpartisipasi harus diimbangi kesadaran, menurut Subekti (2007) kesadaran politik (Pilkades) ialah kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga desa. Tingkat kesadaran masyarakat memperhatikan kondisi desa, mewujudkan kesadaran masyarakat menempatkan hak suara dengan rasional. Kecakapan masyarakat untuk memilih pemerintah yang baik,  berintegritas dan jujur serta adil akan mempengaruhi pemerintah yang kuat guna menopang desa yang progresif, produktif dalam meningkatkan perekonomian desa, sosial dan sumber daya masyarakat guna mempersiapkan masyarakat, generasi yang bisa bersaing ditingkat nasional dan global. Kesadaran masyarakat akan pilkades akan mengurangi resiko transaksi politik keuangan karna terlalu murah nilai rupiah ditukar dengan kayaan  emas yang dimiliki masyarakat, transaksi politik selain menentang hukum akan rentan terjadi produksi Pilkades yang koruptif dan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat. Selain itu juga masyarakat harus membahas kondisi politik untuk mencari siapa yang pantas dari para calon yang pantas menjadi pemimpin yang bisa mengatur kehidupan sosial, kecakapan seorang pemimpin akan berpengaruh jauh pada perkembangan desa karna pemerintah desa sebagai pelaksana aktivitas pedesaan, yang melaksanakan prinsip-prinsip dasar dalam hidup bersama. Tidak sedikit desa-desa yang tertinggal karena pengaruh pemimpinnya yang tidak bisa memahami kebutuhan masyarakat dan wataf desa,masyarakat desa untuk mengarahkan pada karakter desa.

Masyarakat Desa harus saling mendorong satu sama lain untuk berpartisipasi di pilkades memberikan pendidikan politik pada masyarakat untuk berikut serta dalam agenda besar desa yaitu pilkades, keaktifan masyarakat dalam merespon pilkades akan berdampak pada calon untuk melakukan aktivitas politik yang baik terhindar dari aktivitas politik yang tidak baik. Dalam pemilihan pemirintan desa citra masyarakat selama ini hilang karna hak suara yang mereka miliki hanya mudah digantikan oleh satu pasang pakai, sarung dan uang, paradigma politisi ini harus dilenyapkan oleh masyarakat desa sebab penyelenggaraan pengelolaan anggaran desa berawal dari hal ini yang membuat para politisi menganggap kalau Pilkades hal yang simplifikasi guna melakukan pemangkasan anggaran desa untuk pentingan individu akan terus meningkat, kesadaran politik masyarakat  akan menciptakan pemerintaht yang kuat pemerintah yang aktif dan partisipasi pada kebutuhan masyarakat.

Pemerintah yang kuat akan mempengaruhi kemajuan Desa, meningkatkan perekonomian desa dan memperkuat politik desa untuk bersaing ditingkat nasional pengelolaan dengan menejerial yang baik yang tidak terintervensi oleh kepentingan kelompok tapi untuk kepentingan masyarakat desa, dengan segala instrumen yang di miliki desa maka desa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa bantuan dari pemerintah daerah bila kesadaran politik masyarakat ada, keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pembangunan desa diatur dalam UU dan diberi jaminan bisa terlibat aktif masyarakat selain terlibat aktif mereka juga bisa mengontrol kebijakan politik desa yang sesuai dengan butuhkan masyarakat dan mengembangkan perekonomian masyarakat desa yang miskin untuk menopang kesetaraan ekonomi masyarakat desa didukung dengan program pemerintahan desa, mendorong pemerintah untuk terus mendampingi masyarakat untuk meningkatkan sumber daya masyarakat desa untuk menuju desa yang berkemajuan.

(Penulis : Muhammad Husni, Mahasiswa Unisma Malang)

Rumah Perjuangan

Anggota Ojek: Pemuda Kreatif Desa Bolo

Rumah Cinta Anggota Ojek

Pada prinsipnya setiap orang bisa berperan sebagai pembawa perubahan, termasuk pemuda. Inisiatif pemuda dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam proses perubahan sosial. Namun keinginan untuk membawa perubahan harus di barengi dengan kesadaran, tekad dan kemauan besar dari dalam diri individu. Di era sekarang banyak sekali pemuda yang pesimis dengan kemampuan dirinya. Bukan tanpa sebab mereka pesimis, akan tetapi kurangnya pengalaman dan minimnya ide serta banyak pertimbangan yang diambil, sehingga tekad dan kemauan yang mulanya sudah bulat diganjal oleh rasa pesimis yang terlalu besar . Barang tentu hal semacam itu tidak boleh dilekatkan kepada semua pemuda.

Menjawab problem tersebut Komunitas Anggota Ojek yang awalnya muncul atas dasar kesamaan hobi untuk sekedar NGOPI dan NGE-Teh bersama. Seakan memberi jawaban, dan mematahkan kalau Komunitas ini adalah bukanlah bagian dari golongan yang pesimis seperti yang disebutkan diatas. Akan tetapi, mereka adalah sebaliknya bahwa mereka adalah orang-orang yang punya ide dan kreatifitas untuk memulai merintis usaha kecil- kecilan, dengan mengerahkan segala daya upaya yang dimilikinya. Memang hal yang tersulit dari kita yang perlu diakui adalah memulai dan pertanyaan “Bagaimanakah Memulainya ?”, seakan pertanyaan semacam ini adalah semacam Momok yang menakutkan dalam memulai usaha. Berkat intensitas dan kualitas pertemuan yang lakoni anggota Komunitas ini banyak problem yang menemukan solusi. Sekarang benih- benih kemajuan itu sudah mulai kelihatan walaupun masih banyak yang mesti di benahi, Seperti kemunculan Usaha Mandiri yang dirintis oleh Eno Sebastian Pamungkas bersama rekan-rekannya, usaha Warung Makan oleh Iksan Cabang Bolo, serta Wisata Kuliner Timbu oleh Firmansyah Timbu Pana.

Inisiatif dari beberapa pemuda yang tergabung dalam Anggota Ojek ini muncul atas dasar keresahan dan kegelisahan, kadangkala pula banyak pula yang berandai-andai, seperti tak jarang pula sontak kata-kata dari anggota komunitas yang bilang “Andaisaja aku punya uang banyak, aku akan membuat masyakat ini sejahtera ”, karena disetiap moment pertemuan di tempat NGOPI dan NGE-Teh muatan pembicaraan kami hanya sebatas wacana. Maka, perlu adanya pengembangan wacana kearah implementasi nyata. Peran pemuda yang akan membawa perubahan terhadap desa dianggap sesuatu yang sangat perlu. Pemuda kreatif adalah orang yang bisa berinovasi dan membuat terobosan baru untuk menciptakan sesuatu hal baru yang sebelumnya orang lain belum pernah melakukannya, tentunya dengan analisis berpikir kritisnya untuk memenuhi kebutuhan individunya maupun untuk menciptakan lapangan kerja buat orang disekelilingnya.

Berangkat dari kesadaran jiwa, pemuda kreatif yang diambil sampel diatas adalah orang yang tidak cenderung menunggu dan meminta-minta terhadap orang lain apalagi hasil tipu menipu, hasil ngemis-ngemisan atau hasil belas asih oleh orang yang sekedar mencari muka. Intinya segala sesuatu yang membuat kepala mereka terjual maka dengan sendirinya mereka menolak. Wajar saja, orang yang tergabung dalam Anggota Ojek bukanlah orang yang Sembarangan, dalam artian mereka orang orang terdidik yang ahli di bidangnya masing-masing, namun saya tidak ingin memunculkan gelar dan title yang disandang oleh para Anggota Komunitas ini. Kualitas dan kuantitas keilmuan yang tidak kalah mumpuninya, membuat mereka berkamuflase hidup sederhana seperti layaknya masyarakat umum biasa, tidak ada sesuatu yang terlalu di banggakan. Namun tekad dan niat untuk membantu pemerintah mengatasi kemiskinan, dengan harapannya supaya langkah yang mereka tempuh bisa dijadikan contoh oleh pemuda lain khususnya di desa Bolo untuk bisa mencontoh dan meniru terhadap langkah yang mereka ambil. Besar harapan mereka terhadap pemuda Bolo berbuat sesuatu yang produktif, ketimbang mereka hanya berdiam diri untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti. Maka bekerjalah untuk sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, “Ajakan anggota Ojek”.

Anas Patikalo

Markas Anggota OJEK

Pemimpin Yang Non-Reaksioner

Akhir-akhir ini banyak warganet yang mengkritisi masalah yang terjadi di wilayah Kabupaten Bima. Dengan rasa cintanya kepada daerah, dengan sifat naluriahnya masyakat bima ikut memberi kritik dan komentar lewat media lisan maupun tulisan. Namun, pemimpin Bima dalam hal ini Bupati Bima tidak memberikan reaksi apapun sebagai orang yang diberikan amanat untuk menjaga supaya isu-isu ini tidak hanya bermain hanya ditataran wacana saja. Maka pemimpin perlu, tampil di panggung utama untuk memberi pandangan dan pemahaman kepada masyarakat supaya masyarakat tidak keliru memahami, karena sejatinya Pemimpin dalam prinsip demokrasi tidak ujuk-ujuk dipilih karena jasa nenek moyang dan sejarah keemasan masa lampau. Akan tetapi, masyarakat memilih pemimpin sebagai orang yang bisa menampung aspirasinya lalu di realisasikan untuk kebutuhan bersama. Dalam Menjawab Kebutuhan sekaligus keresahan Masyarakat Banyak Tidak Baik Untuk dipertahankan.

Figur pemimpin seharusnya bisa peka terhadap kemajuan dan bisa memberi implikasi yang besar terhadap keamanan dan stabilitas sesuai dengan semboyan bima Ramah sangat jauh menyimpang dari harapan masyarakat. Terbukti dengan dengan cara bungkamnya mulut penguasa kini. Ini adalah adegan dan contoh yang tidak baik diperlihatkan oleh pemimpin, yang sejatinya dipundak sudah dimandatkan berbagai tanggung jawab besar, dan dengan hak dan kewenangan lebih seharusnya punya daya untuk bersuara dan memberi pernyataan yang bisa mengobati kegundahan hati masyarakat Bima

Namun ketika pemimpin memilih untuk terus diam tanpa reaksi , maka jangan heran mosi tidak percaya terhadap pemimpin akan membias lebih luas. Bima butuh figur yang peduli untuk kemajuan daerah, tidak butuh pemimpin yang menutup kuping untuk masalah krusial yang muncul ke permukaan. Pemimpin seharusnya menjadi garda terdepan mengklarifikasi berbagai problem yang ada, kini justru cenderung diam dan bersembunyi di balik layar belakang. Banyak persoalaan yang muncul tanpa ada klarifikasi yang jelas akan menimbulkan banyak kekacauan pikiran masyarakat bima.
Negeriku Penuh Masalah, Mengandung Prestasi Frustasi.

Penghargaan Atas Prestasi atau Frustasi..??

Rumah Cinta Kami

Cerita Dibalik Kesuksesan Bang Ipul (Bos Wey MeCCy)

Saiful Rahman pemuda asal desa bolo yang mempersunting seorang istri dari desa Ncadi yang bernama Itam, dari ikatan cinta kasih mereka itu juga dikaruniahi seorang buah hati bernama Resti yang berusia masih belia, kini masih menginjak bangku PAUD. Dari awal kepindahannya ke desa Ncandi, bang ipul terbilang sosok yang sangat kharismatik dan terbilang proaktif dalam kegiatan-kegiatan sosial baik diselenggarakan oleh pemerintah desa maupun oleh masyarakat pada umumnya. Disamping itupula, menggeluti dunia bisnis memang menjadi hal yang sangat dijiwainya, dia merintis perlahan usaha rumahan mulai dari menjual salome, bensin, snack sampai menjual buku paket Sekolah dan pakaian sekolah dengan memanfaatkan sebuah toko sederhana didepan rumah mertuanya. Sangat Luar Biasa. Tentu tak lepas dari dukungan suami tercintanya.

Cikal bakalnya mulai muncul, usaha yang dia geluti berjalan mulus tanpa hambatan yang berarti. Kemudian dari hasil usahanya itu, dia sukses membelikan sebuah mobil carry walaupun dengan mencicilnya, yang kemudian ia gunakan untuk menunjang kebutuhan bisnis dan untuk mecari muatan disela-sela waktu luangnya. Mobil itu pula dia namai dengan “Wei MeCcy” nama wei meccy semakin membahana di seputaran Desa Bolo Dan Ncandi. Mungkin juga didesa lainpun mungkin begitu. Wallahualam

Sambil merintis usahanya, seorang bang ipul sembari pula memikirkan keadaan masyarakat yang perlu aspirasinya untuk disalurkan dengan baik ke meja pemerintah desa untuk di cerna oleh pucuk pimpinan (Kepala Desa). Tekad dan niatnya untuk maju ke stuktur pemerintahan desa memang sudah lama digaungkan olehnya, namun pertimbangan-pertimbangan logis ia kedepankan, “karena urusan maju untuk menjadi Calon BPD itu bukanlah hal yang mudah, mengingat dirinya adalah bukan asli desa Ncandi” Katanya.

Sambil menanam jasa di masyarakat dia juga merangkap untuk tanam jagung berhektar-hektar. Untuk membantu menyokong kebutuhan cicilan mobil dan kebutuhan biaya sekolah sang buah hatinya. Dari ikhtiar dan kesabarannya itulah, bang ipul mampu dan memantapkan niatnya untuk maju menjadi calon anggota BPD desa Ncandi yang diselenggaran pada hari Ini tanggal 7 September 2019. Dan akhirnya ia berhasil memperoleh suara terbanyak di dusun 2 tempat ia diusung. Mendulang sukses dengan memperhatikan keinginan menyampaikan aspirasi masyarakat untuk di rembuk bersama di meja desa itulah yang ingin dia perjuangkan. Point penting lain juga bahwa ia ingin membenahi tatanan masyarakat dusun 2 tempat ia diusung.

By: Patikalo

Boss Ipull

Pemuda Asal Bolo Berhasil Lolos BPD desa Ncandi

BPD Terpilih Dusun 2
(Bos Wei MecHy)

Hiruk pikuk pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ncandi, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Provinsi NTB, pada Sabtu 7 September 2019. Pelaksanaan pemilihan dilaksanakan sekitar pukul 08.00-12.00 Wita, di dusun dua yang meliputi Rt 05, 06, 07, dan 08. “Dimana yang bersaing dari nomor urut satu Samsi dengan raihan suara 68, Junaidin 58, Saiful Rahman meraih suara 96, Jainudin 58,” terang Jafar tim sukses Saiful Rahman. 
Kata dia, pada awalnya isu yang berkembang di tengah masyarakat bahwa Saiful Rahman adalah sosok dari pemuda Desa Bolo yang hanya memiliki keluarga istri saja,” katanya.

Jafar: Tim Sukses Saiful Rahman

Masih kata dia, keluarga besar menjadi penentu dari kemenangan politik bukan Money Politik. Ibarat kata uang bukan segala-segalanya,”. Jelasnya.
Saiful Rahman yang memenangkan pertarungan mengungkapkan dirinya merasa bahagia dengan dukungan keluarga mertuanya sehingga mampu mengantarkan dirinya untuk menjadi BPD dan mengungguli lawan-lawannya.
Ikhtiar dirinya guna membangun desa Ncandi sesuai tugas BPD pasca kemenangan yang diraihnya hari ini.

Berita Viral